Rokok Merek "H&D" Tanpa Cukai Laris di Pasaran, Bisakah Dihentikan ?



PrismaTimes.com,Batam -- Rokok merupakan salah satu komoditi terbesar dalam konsumsi rumah tangga, artinya, bisnis rokok sangatlah menjanjikan bagi para pengusaha. Dengan situasi seperti itu, tak heran, kalau cukai industri rokok merupakan penyumbang terbesar bagi pemasukan negara dari cukai. 


Akan tetapi, sangatlah miris yang terjadi saat ini. Rokok tanpa dilekati cukai dengan berbagai merek sepertinya terus bebas beredar luas di Kota Batam. Peredarannya juga sampai ke pelosok penjuru Kepri, bahkan diduga beredar hingga ke seluruh Nusantara dengan banyaknya pelabuhan tikus di Batam.


Saat awak media melakukan pantauan dilapangan, ditemukan salah satu merk rokok tanpa dilekati pita  cukai di sebuah warung disudut kota Batam, dengan merk H&D yang diproduksi oleh PT Adhi Mukti Perkasa (AMP). Saat dikonfirmasi kepada pemilik warung, ternyata rokok dengan merk tersebut sudah lama dijual diwarung itu.



Peredaran rokok tanpa cukai ini jelas telah merugikan negara, namun sangat disayangkan, sebab, sepertinya tidak ada pihak yang berwenang yang serius melakukan penindakan, seakan ada pembiaran sehingga peredarannya terus berlangsung tiada henti.


Sementara itu, pelaku tindak pidana lain, bisa tertangkap walaupun bersembunyi disudut lubang kecil manapun, tetapi mengapa pelaku yang memproduksi dan pengedar rokok tanpa cukai tersebut  sepertinya sangat sulit untuk ditindak?


Selama ini, sering kita dengar prestasi dari pihak Bea Cukai Batam yang mengagalkan upaya penyelundupan rokok dengan merk yang lain, keluar dari Batam maupun yang masuk ke Batam, dan bahkan telah mempidanakan para pelakunya, akan tetapi hal itu seakan tidak membuat jera para pelaku lainnya.



Untuk produksi rokok tanpa Cukai di Kota Batam atau rokok Free Trade Zone (FTZ) izinnya dikeluarkan oleh BP Batam, namun sejak bulan Mei 2019 lalu, BP Batam dikatakan sudah tidak lagi memberikan kuotanya.


"Sejak 17 Mei 2019 sampai saat ini, BP Batam sudah tidak lagi menetapkan kuota rokok yang dikonsumsi di kawasan bebas Batam," kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar saat dikonfirmasi pada hari Rabu tanggal 3 Maret 2021 yang lalu.


Meski demikian disebutkan, tetapi pada kenyataannya rokok tanpa cukai itu tetap saja terus beredar di Kota Batam. (Pt)

Lebih baru Lebih lama