Batam, 25 Juni 2026 – prismatimes.com – Dunia medis Kota Batam diguncang kasus paling memilukan dan memicu amarah publik! Seorang pasien diduga menjadi korban kelalaian fatal RS Budi Kemuliaan: dipulangkan dalam kondisi belum sadar dan masih terpasang kateter meski keluarga sudah menolak habis-habisan, lalu saat kembali kritis ditunggu hampir 9,5 jam baru dapat penanganan — nyawanya pun melayang hanya dalam hitungan jam setelahnya.
Berbekal bukti dan keterangan keluarga, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, mendatangi rumah sakit dan memberikan ultimatum tegas: satu minggu ini wajib jelaskan semuanya! Kalau bungkam atau jawaban tak masuk akal, kita bawa ke jalur hukum secepatnya.
🔴 URUTAN KEJADIAN YANG BIKIN NGERI:
- 16 Juni 2026: Pasien masuk dirawat RS Budi Kemuliaan
- Sabtu–Minggu: Belum sadar sepenuhnya, masih pakai kateter — tapi rumah sakit memaksa pulang. Keluarga protes keras, namun keputusan tetap jalan
- 22 Juni 2026 | Pukul 08.00 WIB: Kondisi makin parah, dibawa kembali butuh ICU darurat
- Pukul 17.30 WIB: Baru dapat tindakan — tertunda hampir 9,5 jam!
- Pukul 20.00 WIB: Pasien dinyatakan meninggal dunia
Yang lebih mengerikan: Ruslan ungkap bahwa konsultasi ke dokter spesialis ternyata cuma lewat sambungan telepon, tak ada kehadiran langsung. Penjelasan pihak medis pun berubah-ubah, tidak cocok dengan keterangan awal.
“Bagaimana mungkin aturannya begini? Pasien belum sadar dipulangkan — dasar medisnya apa? Datang kembali kritis malah ditunda berjam-jam. Ini bukan salah prosedur biasa, ini mempertaruhkan nyawa!” bentak Ruslan.
“Inntinya: Kita kasih deadline 1 minggu ini utk menjelaskan semua yg telah kami ketahui. Bila tdk bisa maka kita bawa ke jalur hukum,” tegasnya tanpa ragu.
Suasana pertemuan meledak panas saat jawaban dokter dinilai tidak konsisten. Ruslan menegaskan: “Kalau ada unsur kelalaian, pertanggungjawaban harus seberat hukum yang berlaku! Rumah sakit tak boleh sembarangan mainkan keselamatan pasien.”
Sampai berita ini disebarkan, RS Budi Kemuliaan masih membisu seribu bahasa — belum ada satu pun pernyataan resmi. Keluarga pasien menangis meminta keadilan: ingin seluruh rekam medis dibuka, diperiksa secara terang-terangan, supaya kejadian mematikan ini tak terulang lagi untuk warga Batam.
Kasus ini sedang disorot tajam oleh DPRD, warga, dan seluruh pihak yang menginginkan pelayanan medis bertanggung jawab. Berita berkembang terus — pantau kelanjutannya!
ardie

