BATAM--prismatimes.com--15 Januari 2026 - Polresta Barelang bekerja sama dengan Badan Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau menggelar Pembukaan Rapat Koordinasi Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Wilayah Kepulauan Riau Tahun 2026 di Auditorium Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP), Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Kegiatan yang dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., bersama berbagai unsur pemerintah, instansi terkait, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor untuk penempatan PMI yang aman, legal, prosedural, dan terlindungi.
Target Penempatan PMI Kepri Tahun 2026 Capai 1.885 Orang
Kepala BP3MI Kepulauan Riau menyampaikan bahwa target penempatan PMI asal Kepri tahun ini mencapai 1.885 orang, dengan negara tujuan terbanyak Singapura (1.414 orang), sementara secara nasional tercatat 2.306 orang.
Ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat perbedaan fasilitas yang diterima PMI di dalam dan luar negeri, sehingga diperlukan pemerataan ke depan. BP3MI Kepri juga terus melakukan sosialisasi hak dan kewajiban PMI serta menangani 62 kasus deportasi bersama Polda Kepri.
Polda Kepri Gagalkan Lebih dari 2.000 Keberangkatan PMI Ilegal
Kapolda Kepri menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Pekerja Migran Ilegal. Ia menyampaikan bahwa praktik pengiriman PMI ilegal masih marak, namun melalui upaya pencegahan masif, jajaran Kepolisian berhasil menggagalkan lebih dari 2.000 keberangkatan calon PMI ilegal.
Selain itu, Polda Kepri juga secara berkala melakukan penindakan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan korban dari berbagai wilayah.
Kapolda juga mengungkapkan bahwa Polda Kepri ditetapkan sebagai salah satu Polda dengan Direktorat Tindak Pidana Perdagangan Orang. Sebagian besar korban TPPO terjadi akibat kurangnya pemahaman dan tidak melalui mekanisme resmi.
Sinergi Dunia Pendidikan, Pemerintah, dan Industri Diharapkan Meningkat
Dalam sesi rapat, Koordinator Batam Polytechnic menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dalam menyiapkan SDM yang siap bersaing internasional, termasuk rencana kerja sama dengan institusi di Tiongkok dan Taiwan.
Sementara itu, Romo Chrisanctus Paschalis menekankan perlunya fokus pada PMI nonprosedural, perbaikan sistem tata kelola, serta penguatan edukasi agar masyarakat tidak menormalisasi pekerjaan luar negeri tanpa dokumen resmi.
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 12.00 WIB berlangsung dengan aman dan kondusif, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk melindungi dan meningkatkan kualitas PMI asal Kepulauan Riau.
ardie
redaksi

