Batam-prismatimes.com- 11 Januari 2026 –pemerhati puplik'' Ardie, mengkritik keras kebijakan pemerintah terkait pengangguran yang kian memburuk di Indonesia.
Melalui unggahan di media sosial, Ardie menyerukan agar Presiden dan Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak adil dan bijak terhadap rakyat, khususnya dalam menangani banjir tenaga kerja asing (TKA) yang mengisi lapangan kerja lokal.
Berdasarkan data terbaru, tingkat pengangguran Indonesia diperkirakan mencapai 4,70% pada 2026, dengan jumlah pengangguran sekitar 7,46 juta orang pada kuartal ketiga 2025.
IMF bahkan memproyeksikan angka ini naik menjadi 5,1% tahun ini akibat perlambatan ekonomi global dan minimnya penyerapan tenaga kerja nasional."Mirisnya, lapangan kerja diisi oleh TKA legal maupun ilegal, sementara masyarakat lokal masih berjuang mencari kerja.
Ini sangat tidak adil, apalagi jika pemerintah tidak mengambil tindakan tegas," tulis Ardie dalam pernyataannya yang viral.
Ardie mendesak pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap TKA ilegal, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas bagi warga lokal.
Ia juga menyoroti kesulitan masyarakat kecil yang ingin bekerja ke luar negeri. "Jangan tangkap masyarakat yang mau kerja karena hanya untuk cari makan, selama Pemerintah dan APH tidak bisa memberi kesejahteraan terhadap mereka," tegasnya."
Saranku, jangan tangkap mereka yang cari peluang di luar negeri. Semoga Presiden tetap bekerja untuk rakyat Indonesia," tambah Ardie, menekankan pentingnya keadilan bagi rakyat kecil.
Kritik ini mencerminkan keresahan luas di kalangan masyarakat Batam dan Indonesia terkait isu ketenagakerjaan, di tengah proyeksi ekonomi yang menantang tahun ini.
redaksi
