BATAM –prismatimes.com Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Ruslan Sinaga, melancarkan kritik tajam terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terkait retribusi parkir tepi jalan umum yang dinilai jauh dari potensi riil.
Rendahnya setoran ke kas daerah padahal kendaraan memadati setiap sudut kota dianggap bukan masalah teknis, melainkan bukti lemahnya pengawasan yang tak bisa ditoleransi.
"Parkir di mana-mana penuh, tapi setoran tidak mencerminkan kondisi itu. Kalau pendapatan tidak naik, berarti ada yang bocor!" tegas Ruslan dalam pernyataannya, menambahkan bahwa alasan klasik seperti target tak tercapai tidak bisa lagi dijadikan tameng.
Dengan ratusan titik parkir aktif, setoran yang hanya berkisar puluhan ribu rupiah per titik per hari dinilai mustahil jika sistem berjalan normal.
Ruslan bahkan mengingatkan agar pimpinan Dishub yang tidak mampu mengendalikan sistem segera mundur atau diganti.
Ia menekankan pentingnya audit internal terbuka dan evaluasi terhadap UPT Parkir, koordinator lapangan, serta mekanisme setoran manual yang dinilai rawan manipulasi.
"Jangan sampai uang parkir 'dimakan hantu' – yang ada adalah kelalaian atau permainan yang harus dibongkar!" ujarnya.
Tak hanya itu, pemerhati publik Aksa Hallatu juga turut menyuarakan kekhawatirannya dan meminta penegak hukum segera mengusut kasus ini.
Menurutnya, ada dugaan kuat oknum di Dishub yang menyalahgunakan uang parkir untuk kepentingan pribadi, bahkan disebut-sebut mereka "kaya dengan uang parkiran".
Hingga kini pihak Dishub belum memberikan tanggapan apapun. Redaksi akan terus melakukan pendalaman informasi untuk mendapatkan klarifikasi resmi dari terkait.
ardie

