BATAM – Pengamat publik, Ardie, memberikan tanggapan pedas terhadap pernyataan Novanto dalam acara Forum Jurnalis Pariwisata Kepri yang disiarkan di RRI Pro 1 Batam baru-baru ini. Ardie menilai poin pembicaraan dalam forum tersebut melenceng dari urgensi peningkatan pariwisata Batam yang sebenarnya.
Menurut Ardie, fokus utama para pemangku kepentingan seharusnya adalah mencari terobosan konkret untuk melipatgandakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Ia menyayangkan sikap Novanto yang justru terkesan mencari-cari kelemahan pelaku usaha travel lokal di Batam.
"Harusnya mereka bicara dan bahas bagaimana wisatawan mancanegara bisa meningkat dua kali lipat. Ini malah mencela kelemahan travel lokal yang ada di Batam. Macam betul saja dia ngomong," gerutu Ardie menanggapi jalannya diskusi tersebut.
Sebagai solusi nyata, Ardie melontarkan ide berani untuk merangsang pasar Singapura dan Malaysia. Ia mengusulkan skema pemberian tiket ferry gratis bagi warga kedua negara tetangga tersebut khusus untuk keberangkatan ke Batam.
"Misal, gratiskan tiket ferry bagi warga Singapura dan Malaysia khusus untuk ke Batam. Pulangnya mereka beli sendiri. Dengan cara ini, otomatis jumlah wisatawan akan melonjak," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan volume wisatawan secara otomatis akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam melalui sektor pajak hotel, restoran, dan objek wisata.
Terkait beban anggaran untuk subsidi tiket tersebut, Ardie berpendapat bahwa pemerintah tidak perlu menanggungnya sendirian. Ia yakin para pelaku industri besar akan bersedia berkontribusi demi kepentingan bersama.
"Soal anggaran, pengusaha hotel dan pengusaha wisata pasti bisa bantu kalau skemanya jelas dan menguntungkan semua pihak," pungkas Ardie.
Kritik ini diharapkan menjadi pemacu bagi para stakeholder pariwisata di Kepulauan Riau, khususnya Batam, untuk lebih fokus pada strategi kolaboratif daripada menyalahkan pelaku industri kecil di lapangan.
redaksi
