BATAM–prismatimes.com- Malam Minggu (15/2) sekitar pukul 23.30 WIB, kawasan ruko Palm Spring yang biasanya sunyi di tengah larut malam, menjadi saksi peristiwa menyayat hati. Seorang pengemudi ojek online bernama Asep ditemukan tidak bernyawa dalam posisi tertunduk lesu di atas kemudi sepeda motor Honda Beat Street-nya, dengan jaket Gojek khasnya masih terpakaian rapi.
Sebelumnya Tampak Normal, Menunggu Pesanan Seperti Biasanya
Menurut saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya, Asep tampak dalam kondisi baik dan tidak menunjukkan gejala apa pun sebelum kejadian. "Saat itu dia duduk di motor seperti pengemudi lain yang sedang menunggu order, tidak ada keluhan atau gerakan aneh dari dia," ujar saksi tersebut.
Warga sekitar baru mulai curiga setelah melihatnya tetap dalam posisi sama tanpa sedikitpun bergerak, bahkan setelah waktu terus berlalu hingga menjelang tengah malam. "Kita kira dia hanya tertidur karena lelah, tapi setelah dipanggil tidak ada tanggapan, baru kita sadari ada yang tidak beres," tambah salah satu warga yang menemukan korban.
Tidak Ada Tanda Kekerasan, Dugaan Faktor Internal
Tim Investigasi Forensik (Inafis) Polresta Barelang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada bekas luka atau tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
"Kami tidak menemukan indikasi tindakan kriminal dalam kasus ini. Dugaan utama adalah kematian akibat faktor internal yang terjadi secara mendadak," ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang yang mengkonfirmasi perkembangan kasus.
Jenazah Dievakuasi, Menunggu Hasil Visum Resmi
Jenazah Asep telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani pemeriksaan medis mendalam. Tim medis menyatakan bahwa dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kelelahan akut akibat beban kerja yang berat, atau adanya riwayat penyakit yang belum diketahui.
"Kita tidak bisa memberikan kepastian sebelum hasil visum resmi keluar. Semua akan didasarkan pada data medis yang akurat untuk memberikan kejelasan kepada keluarga korban," ujar salah satu petugas rumah sakit.
Keluarga Asep yang saat ini dalam keadaan duka telah mengaku bahwa korban memang sering bekerja hingga larut malam untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka berharap hasil visum dapat segera memberikan jawaban mengenai penyebab kepergian sang keluarga.
redaksi
