GEMPAR! Sudah 75 Hari Polisi Salurkan Air, Warga Murka: PT Air Batam Hilir & BP Batam Gagal Total!

 


 

 



BATAM –prismatimes.com- Krisis air bersih di Kota Batam kini memalukan! Sudah memasuki hari ke-75, personel Polsek Batu Ampar masih harus turun tangan mendistribusikan air bersih ke warga yang terdampak.

 

Aksi kemanusiaan ini justru menjadi tamparan keras bagi PT Air Batam Hilir yang bermitra dengan BP Batam. Pasalnya, tugas vital ini seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pihak swasta dan pengelola, namun nyatanya mereka tak becus mengelola sumber daya air hingga membuat warga menderita berbulan-bulan.

 

Kegiatan penyaluran bantuan yang dipantau pada Selasa (07/04/2026), kembali difokuskan di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Kelurahan Batu Merah.

 

Di Tanjung Sengkuang, polisi menyalurkan tak kurang 82 water tank (WT). Rinciannya, RW 01 mendapat 18 WT dan RW 04 sebanyak 16 WT, serta wilayah lain yang sangat membutuhkan. Sementara di Batu Merah, tercatat 25 WT didistribusikan, di mana RW 03 dan RW 08 masing-masing menerima 6 WT.

 

Polisi Tak Lelah, Padahal Bukan Tugasnya

 

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa langkah ini murni karena kemanusiaan dan keprihatinan melihat kesulitan warga.

 

“Kami berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat ini. Monitoring kami lakukan agar air sampai merata dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegas Kompol Amru.

 

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 22.10 WIB ini berjalan aman dan mendapat sambutan luar biasa dari warga yang sangat terbantu. Namun, di balik rasa terima kasih itu, tersimpan amarah yang meluap.

 

 

 

WARGA MELEDAK: INI BUKAN TUPOKSI POLISI, TAPI BUKTI KEGAGALAN MANAJEMEN!

 

Warga tak bisa lagi menahan kekecewaan. Mereka menilai, krisis yang sudah berlangsung berbulan-bulan ini adalah bukti nyata kelalaian dan ketidakmampuan serius PT Air Batam Hilir dan BP Batam dalam mengelola aset vital ini.

 

"Polisi sudah bekerja luar biasa, tapi harus diingat! Mendistribusikan air bukanlah Tupoksi Polri!" ujar salah satu warga dengan nada tinggi.

 

Menurut warga yang enggan disebutkan namanya, masalah ini bukan hal baru. Sejak dikelola pihak sebelumnya hingga kini berganti manajemen, masalah kebocoran pipa dan ketersediaan air tak kunjung usai.

 

"Air adalah sumber kehidupan! Sangat memalukan kalau sampai polisi yang harus mengurus ini karena pengelola tak becus kerja. Ini jelas kegagalan manajemen yang parah," seru warga.

 


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menuntut jawaban keras. Warga berharap PT Air Batam Hilir dan BP Batam segera berbenah total dan menyelesaikan masalah ini, sebelum krisis air ini berubah menjadi bencana sosial yang lebih besar.


ardie

Lebih baru Lebih lama