BATAM –prismatimes.com- Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi melakukan gebrakan besar! Dua pejabat kunci di Kepulauan Riau dicopot dari jabatan, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad.
Keputusan pemecatan ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor M.IP-164.SA.03.04 Tahun 2026 dan M.IP-165.SA.03.04 Tahun 2026 yang diteken langsung oleh Menteri Agus Andrianto pada tanggal 7 April 2026.
Hajar Aswad "Turun Tahta", Pindah Jadi Analis
Hajar Aswad yang sebelumnya memimpin Imigrasi Batam kini digantikan oleh Wahyu Eka Putra. Posisi Hajar tidak lagi di level manajerial, melainkan dipindahkan menjadi Analis Keimigrasian Ahli Madya di Ditjen Imigrasi Jakarta. Posisi inilah yang sebelumnya diemban oleh Wahyu.
Tak hanya itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenim Kepri, Dr. Ujo Sujoto, juga ikut terkena dampak rotasi ini. Ujo digantikan oleh Guntur Sahat Hamonangan dan kini juga menjabat sebagai Analis Keimigrasian Ahli Madya di pusat.
TERKAIT KASUS PUNGLI RP 3 JUTA?
Pergantian jabatan ini langsung memicu spekulasi keras di kalangan publik dan internal. Pasalnya, pemecatan Hajar Aswad dilakukan tak lama setelah terkuaknya skandal pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum di Pelabuhan Internasional Batam Center.
Ingat kasus yang heboh itu? Pada 13-14 Maret lalu, terungkap praktik pungli senilai 250 Dolar Singapura (sekitar Rp 3 juta) terhadap Warga Negara Myanmar. Dugaan kuat melibatkan petugas dan pihak ketiga.
Buntut dari kasus tersebut, Hajar Aswad bersama 4 pejabat lainnya sempat diperintahkan menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Kepatuhan Internal (Ditpatnal) selama 3 bulan.
Keempat pejabat yang turut "terseret" kasus itu antara lain:
1. Richardo (Kabid Tempat Pemeriksaan Imigrasi)
2. Yogi Prayogi (Kasi Pemeriksaan)
3. M Dewa Gian Sambada (Pengelola Data)
4. Javier Saviola (Analis Ahli Pertama)
Masyarakat pun bertanya-tanya: Apakah pencopotan Hajar Aswad dari kursi jabatan ini merupakan sanksi atau bentuk tanggung jawab moral atas kasus pungli yang masih bergulir?
Dengan adanya perombakan besar-besaran ini, harapan publik tertuju agar wajah baru Imigrasi Batam dan Kanwil Kepri bisa membersihkan institusi dari praktik kotor dan memberikan pelayanan yang bersih serta transparan.
ardie
