BATAM –prismatimes.com- Fenomena memprihatinkan kembali terjadi di Kota Batam. Krisis air bersih yang sudah berlangsung selama 78 HARI memaksa pihak kepolisian turun tangan melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola air.
Polsek Batu Ampar terpaksa memimpin langsung pendistribusian air bersih ke warga, sebuah tugas yang secara teknis bukan merupakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Polri.
Hal ini menampakkan ketidakmampuan nyata PT Air Batam Hilir (ABH) yang bermitra dengan BP Batam dalam mengelola sumber daya air di wilayah tersebut.
Kegiatan distribusi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Kelurahan Batu Merah, Jumat (11/04/2026).
Warga Geram: "Mana Tanggung Jawab Pengelola?"
Menurut keterangan sejumlah sumber masyarakat kepada awak media, tugas mendistribusikan dan memastikan ketersediaan air bersih seharusnya menjadi beban dan tanggung jawab penuh manajemen ABH Air Batam Hilir, bukan aparat kepolisian.
Kehadiran Polri di lapangan justru menjadi bukti gamblang bahwa pengelola resmi gagal menjalankan amanah, sehingga aparat keamanan harus "menggendong" beban pekerjaan tersebut demi mencegah keresahan sosial yang lebih besar.
Data Distribusi: Ribuan Warga Terdampak
Dalam operasi kemanusiaan yang berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga dini hari pukul 00.00 WIB tersebut, personel Polri menyalurkan bantuan air dengan rincian:
- Kelurahan Tanjung Sengkuang: Sebanyak 87 unit Water Tank (WT) disalurkan ke RW 01, 02, 04, 05, 08, 10, 11, 12, dan 13.
- Kelurahan Batu Merah: Sebanyak 17 unit Water Tank (WT) didistribusikan ke RW 01, 03, 06, 07, dan 08.
Total puluhan ribu liter air harus diangkut dan dibagikan oleh personel Piket Pawas, Bhabinkamtibmas, hingga Batara Biru, yang seharusnya bertugas menjaga keamanan, bukan menjadi petugas air.
Kapolsek: Kami Hadir Karena Darurat
Kompol Amru Abdullah mengakui bahwa kehadiran mereka adalah bentuk pelayanan di tengah kondisi darurat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan warga tidak kesulitan mendapatkan air.
"Kami hadir untuk memastikan distribusi air bersih ini berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang terdampak," ujar Amru.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan terpantau kondusif berkat pengawalan ketat Polri. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung di benak masyarakat: Sampai kapan Polri harus menggantikan fungsi perusahaan pengelola air? Kapan BP Batam dan ABH bisa bekerja maksimal?
jawaban bersambung....
ardie

