SKANDAL! HARI KE-79: ABH "KURA-KURA DALAM PERAHU", Polisi Kerja Keras, Pengelola Cuma Nonton & Hemat Biaya!

 

BATAM – prismatimes.com-



Sungguh memalukan! Sudah memasuki HARI KE-79, krisis air bersih di Kota Batam tak kunjung usai. Yang lebih menghebohkan, PT Air Batam Hilir (ABH) yang seharusnya menjadi penanggung jawab utama, justru terlihat tak bergeming.

 

Masyarakat menuding manajemen ABH bersikap layaknya "kura-kura dalam perahu", pura-pura tidak tahu dan membiarkan aparat Kepolisian Sektor Batu Ampar bekerja keras mengerjakan tugas yang seharusnya menjadi kewajiban mereka sehari-hari.

 

Warga Geram: Ini Strategi Hemat Biaya!

 

Kecamuk kemarahan warga semakin memuncak. Menurut informasi yang diterima, ada dugaan kuat bahwa pihak pengelola sengaja memanfaatkan momen "alasan darurat" dari kepolisian untuk menyalip tugas mereka.

 

"Dengan alasan darurat dari kepolisian, sengaja dimanfaatkan oleh pengelola untuk menyalurkan air bersih. 


Ini jelas cara mereka untuk menghemat biaya operasional, sementara beban dipikul oleh Polri," ujar salah satu warga dengan nada kecewa, Sabtu (12/04/2026).

 

Warga menilai, ABH dan mitranya BP Batam gagal total menunjukkan kerja nyata di lapangan. Mereka hanya diam membiarkan personel polisi yang seharusnya menjaga keamanan, kini harus sibuk menjadi petugas distribusi air.

 

 

 

Polsek Batu Ampar Tak Tidur, Salurkan 114 Water Tank

 

Berbanding terbalik dengan sikap pengelola yang terkesan lempeng, Polsek Batu Ampar di bawah pimpinan Kompol Amru Abdullah, S.I.K., M.Si., kembali turun tangan total demi meringankan beban warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah.

 

Hari ini saja, jumlah tangki air yang didistribusikan justru meningkat drastis:

 

- Kelurahan Tanjung Sengkuang: Disalurkan sebanyak 90 unit Water Tank (WT) ke RW 01, 02, 04, 05, 08, 10, 11, 12, dan 13.

- Kelurahan Batu Merah: Didistribusikan sebanyak 24 unit Water Tank (WT) ke RW 01, 03, 04, 06, 07, dan 08.

 

Total 114 WT harus diurus, diawasi, dan dibagikan oleh personel gabungan mulai dari Piket Pawas Ipda Jimmi G. Aritonang, S.H., M.H., Bhabinkamtibmas Bripka Iwan Setiawan, Brigpol Kelfin Siregar, hingga tim Batara Biru.

 

Kapolsek: Kami Bantu Sampai Normal

 

Meski tugas ini sebenarnya bukan Tupoksi utama dan beban itu seharusnya ada di pundak pengelola, Kapolsek Amru Abdullah menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan warga kesulitan.

 

“Kami berkomitmen terus membantu masyarakat yang terdampak. Ini wujud kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar warga,” tegasnya.

 

Namun, di balik dedikasi Polri yang patut diacungi jempol, pertanyaan besar terus bergema di telinga publik:

Sampai kapan ABH akan terus bersembunyi di balik seragam polisi? Kapan BP Batam akan menegur mitranya yang dinilai gagal menjalankan amanah?

 

Hingga berita ini diturunkan, distribusi air masih terus berjalan dengan pengawalan ketat Polri, sementara janji perbaikan dari pengelola masih menjadi tanda tanya besar.

 

 

 

(ardie)

Lebih baru Lebih lama