Jayawijaya – Distrik Walesi, yang terletak sekitar 6 km di selatan Kota Wamena, memiliki sejarah penting sebagai pusat perkembangan Islam di wilayah Lembah Balim, Jayawijaya, Papua. Pada tahun 1975-1977, Merasugun, Firdaus, dan Muhammad Ali Asso merupakan generasi pertama pemeluk Islam di kawasan ini. Berkat perjuangan mereka, Islam berhasil berkembang pesat dan menjadikan Walesi sebagai Islamic Centre, tidak hanya untuk wilayah sekitar Wamena, tetapi juga mungkin untuk seluruh Papua (28/09/2025).
Walesi kini dikenal sebagai pusat keagamaan Islam, berkat kerja keras Merasugun dan para tokoh tua lainnya dari kalangan generasi muda yang menjadi pelopor dalam mengorganisasi sekaligus mengembangkan ajaran Islam di kalangan keluarga di Walesi dan sekitarnya.
Perayaan Maulid tahun ini mengusung tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Landasan Moral Generasi Muda Islam." Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat Nabi Muhammad SAW, yang diiringi oleh Marawis dan Hadrah Al Banjari, menciptakan suasana penuh khidmat dan meriah.
Dalam ceramahnya, KH Moh Marzuki ZA menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus upaya menelusuri jejak beliau sebagai panutan yang agung.
“Hakikat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sebagai ungkapan cinta kepada Rasulullah, serta upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dengan mengambil hikmah dari keteladanan beliau dalam akhlak mulia. Rasulullah SAW telah membawa Islam sebagai agama rahmat untuk seluruh alam, yang mengubah kehidupan manusia dari kegelapan menuju cahaya dan hidayah Allah SWT,” ujarnya.
Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., mengajak seluruh hadirin untuk mengimplementasikan hikmah Maulid dalam mendukung kesuksesan tugas-tugas mereka. Ia juga menekankan pentingnya menunjukkan empati, mempererat silaturahmi, dan menjadi teladan yang baik bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Acara perayaan berlangsung dengan penuh khidmat namun juga meriah. Selain ceramah dan doa penutup, terdapat berbagai hiburan untuk menyemarakkan acara dan menghibur para tamu yang hadir, menurut pernyataan Dansatgas.
red
