Pembangunan Pasar Ikan Modern Ranai di Natuna, hibah dari Jepang melalui JICA, kini memasuki tahap krusial yang bakal mengangkat ekonomi lokal.

 


Natuna-prismatimes.com-Proyek Strategis KKP-JICAProyek ini dikelola Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), fokus pada prasarana dan sarana di luar kawasan Pelabuhan SKPT Natuna tepatnya di Pasar Ikan Ranai.



 Nilai anggaran mencapai Rp91,2 miliar, mencakup reklamasi, revetment, pasar ikan, culinary center, ice factory, hingga cold storage.



Dimulai akhir Januari 2026, proyek ini dirintis sejak 2025 setelah tinjauan Menteri Sakti Wahyu Trenggono dan dukungan Bupati Cen Sui Lan.



Dampak Ekonomi PositifEkonomi Natuna mulai bergerak, khususnya bagi masyarakat kecil seperti nelayan dan pekerja informal yang kini terbantu akses pasar modern.





 Usaha lokal seperti penggalian batu granit oleh warga Ranai dan desa-desa laku keras, dibeli kontraktor pemenang tender proyek ini. 


Fasilitas lengkap bakal jadi ikon perikanan terpadu di wilayah perbatasan, tingkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan nelayan.



Harapan Warga Lokal"  Edi Darmawan, warga setempat, menyambut baik: "Usaha masyarakat seperti batu granit yang dikerjakan warga Ranai dan desa-desa bisa laku dibeli kontraktor tender pembangunan pasar ini."


Bantuan hibah Jepang ke Kabupaten Natuna ini semoga bermanfaat jika dikelola optimal oleh Pemda dan mitra Jepang, cegah hambatan seperti lelang gagal sebelumnya.



Proyek ini janjikan transformasi berkelanjutan bagi sektor bahari Natuna.


Pembangunan Pasar Ikan Modern Ranai Natuna, hibah JICA senilai Rp91,2 miliar, telah memasuki tahap awal sejak akhir Januari 2026.


Progres TerkiniPada 26 Januari 2026, TPS Pasar Lama Ranai di belakang Lapangan Sepak Bola Sri Srindit telah dibongkar total, diratakan, dipagari seng, dan mulai disterilkan untuk persiapan konstruksi.



 Aktivitas pembersihan material sisa bangunan masih berlangsung, sementara kontainer sampah sementara ditempatkan untuk warga sekitar. 


Sampah kini dialihkan ke Tegul Laksamana, dengan rencana TPS permanen baru.


Fasilitas DirencanakanProyek mencakup reklamasi lahan 10.024 m², pabrik es, cold storage, dermaga, pasar ikan, culinary center, toilet, pengelolaan limbah, parkir, dan taman di lahan total 17.653 m².



Ini bagian dari SKPT Natuna di luar kawasan pelabuhan, dikelola KKP untuk tingkatkan ekonomi perikanan wilayah terluar.


Dampak LokalPenutupan TPS permanen mendorong penataan sampah lebih baik oleh DLH Natuna, hindari pembuangan liar.


 Proyek ini diharapkan jadi ikon perikanan Natuna, dukung nelayan dan perdagangan ikan berkelanjutan.


Belum ada update Februari 2026, tapi tahap persiapan lahan menunjukkan momentum positif.


Pembangunan Pasar Ikan Modern Ranai Natuna dijadwalkan selesai setelah 365 hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).


Jadwal PenyelesaianKontrak tender KKP menetapkan durasi pekerjaan konstruksi selama 365 hari kalender, mulai dihitung dari penandatanganan SPMK.


 Dengan pembongkaran TPS dan sterilisasi lahan dimulai akhir Januari 2026, SPMK kemungkinan sudah diterbitkan sekitar saat itu, sehingga target penyelesaian jatuh pada akhir Januari 2027.



Konteks ProyekProyek hibah JICA senilai Rp91,2 miliar ini sempat gagal lelang sebelumnya, tapi kini berjalan lancar di tahap awal persiapan lahan.

 Fasilitas termasuk reklamasi, pabrik es, cold storage, dan dermaga bakal rampung sesuai jadwal untuk dukung nelayan Natuna.

Belum ada penundaan resmi dilaporkan hingga Februari 2026.


Ardie 

redaksi 



Lebih baru Lebih lama