NATUNA –prismatimes.com- Rasa kecewa mendalam melanda warga lokal Natuna, khususnya warga Ranai, menyusul pengambilan tenaga kerja dari luar pulau untuk proyek pembangunan Pasar Modern di daerah ini. Perusahaan pelaksana PT Cemedang dikabarkan mendatangkan sebanyak 30 orang pekerja asal Pulau Jawa, bahkan untuk pekerjaan yang dianggap sederhana sekalipun.
Salah satu warga Ranai yang menyampaikan keluhannya dengan nada sedih dan kesal mengatakan, selama ini warga lokal sudah berharap besar proyek ini bisa membuka lapangan kerja bagi mereka. Namun kenyataannya sungguh memilukan.
"Kami warga Natuna sebagai pekerja lokal merasa kecewa sekali pada PT Cemedang. Mereka mengambil tenaga kerja dari Pulau Jawa untuk pengerjaan Pasar Modern di Natuna. Kami berharap ke depannya tolonglah tenaga kerja lokal diutamakan. Masak bikin 4 unit WC pun diambil tenaga kerja dari Jawa? Apakah kami orang lokal tak bisa bekerja? Ternyata seluruh 30 orang tenaga kerja itu semuanya dari Pulau Jawa," ujar warga Ranai dengan nada tak percaya.
Warga menanyakan alasan mendasar mengapa perusahaan tidak melibatkan tenaga kerja lokal yang sudah tersedia di Natuna. Banyak warga yang memiliki keahlian tukang bangunan, tenaga kasar, hingga pekerjaan penunjang lainnya, namun justru dikesampingkan demi pekerja yang didatangkan dari jauh.
Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak PT Cemedang maupun Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Natuna terkait kebijakan pengambilan tenaga kerja luar pulau ini. Warga berharap pihak berwenang segera meninjau masalah ini dan memastikan ke depannya tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan di tanah kelahiran mereka sendiri.
(Ardie)
Berita ini akan terus kami pantau perkembangannya.






