Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun Anggaran 2026 dalam sidang paripurna DPRD Kota Batam pada Senin, 8 September 2025. Dalam rancangan tersebut, APBD Kota Batam ditetapkan sebesar Rp4,73 triliun dengan fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
*Prioritas Pembangunan*
Amsakar menyebutkan lima prioritas pembangunan Batam pada 2026, yaitu:
1. *Peningkatan kualitas SDM*, melalui beasiswa siswa kurang mampu, seragam gratis untuk siswa baru, bantuan pendidikan tinggi, hingga pelatihan tenaga kerja dan pelaku pariwisata.
2. *Pembangunan infrastruktur perkotaan*, meliputi pelebaran jalan, pembangunan jembatan, penanganan banjir, perluasan layanan air bersih, dan penguatan sistem persampahan.
3. *Pemerataan kesejahteraan*, berupa subsidi bunga nol persen untuk UMKM, bantuan sosial lansia, insentif RT/RW, kader posyandu, tokoh agama, serta perlindungan pekerja rentan.
4. *Reformasi birokrasi*, dengan peningkatan pelayanan publik, pemenuhan standar pelayanan minimum, dan dukungan hibah bagi lembaga kemasyarakatan.
5. *Peningkatan daya saing daerah*, melalui pembangunan pusat kebudayaan, penguatan pariwisata, dan menjaga iklim investasi kondusif.
*Pendapatan Daerah*
Pendapatan daerah pada 2026 diproyeksikan Rp4,62 triliun, terdiri dari PAD Rp2,58 triliun serta transfer pusat dan antar daerah Rp2,04 triliun. Tambahan pembiayaan daerah berasal dari SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp115,5 miliar.
*Harapan*
Amsakar berharap pembahasan Ranperda APBD 2026 bersama DPRD dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat. "Seluruh program ini kami rancang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga, sekaligus mendorong kemajuan Kota Batam yang kita cintai bersama," tutupnya.
(Ardie. red)
