TANPA CUKAI, TANPA UJI KEAMANAN: NYAWA RAKYAT DAN PENDAPATAN NEGARA JADI TARUHAN!
APA YANG TERJADI DI KOTA BATAM INI SANGAT MEMPERHATIKAN!
Batam Prismatimes.com. 24 April 2026- Di tengah gencarnya pemerintah menertibkan peredaran barang-barang ilegal, ternyata masih ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kini muncul kabar yang membuat hati prihatin sekaligus marah: Rokok ilegal bermerek PSG beredar bebas di seluruh penjuru Kota Batam, dijual dengan harga yang sangat murah hanya Rp 10.000 per bungkus, dan bisa ditemukan dengan mudah di warung-warung kecil hingga tempat usaha umum.
Kondisi ini membuat Sachruddin, Ketua DPC Kantibmas Indonesia Kota Batam, angkat bicara dengan nada penuh kekhawatiran dan ketegasan. Ia menyebutkan bahwa peredaran ini bukan sekadar masalah perdagangan biasa, tapi sudah merugikan negara sekaligus membahayakan kesehatan seluruh lapisan masyarakat.
"SAYA SANGAT PRIHATIN DAN KECEWA! Bagaimana mungkin barang yang jelas-jelas melanggar hukum bisa beredar sebebas ini? Rokok bermerek PSG ini yang kita temukan di mana-mana, dijual murah meriah cuma Rp 10 ribu, tapi TIDAK ADA CAP CUKAI RESMI DARI NEGARA, tidak ada nomor izin edar yang jelas, dan bahkan kita tidak tahu bahan apa saja yang digunakan untuk membuatnya!" seru Sachruddin dengan suara yang bergetar semangat.
NEGARA RUGI HINGGA MILYARAN RUPIAH SETIAP TAHUN
Menurut Sachruddin, keberadaan rokok tanpa cukai ini memberikan kerugian ganda yang sangat besar.
"Kita semua tahu, cukai adalah salah satu sumber pendapatan negara yang sangat penting. Setiap batang rokok yang diproduksi dan dijual secara sah wajib membayar pungutan cukai. Tapi untuk rokok ilegal seperti ini? TIDAK ADA SATU RUPIAH PUN YANG MASUK KE KAS NEGARA!
Kalau kita hitung kasarnya saja: Dengan harga jual yang sangat murah, tentu permintaannya akan tinggi dan jumlah yang beredar pasti sangat banyak. Kalau dibiarkan terus, bisa dibayangkan berapa besar uang negara yang hilang begitu saja setiap bulannya, bahkan setiap tahunnya. Angkanya bisa mencapai MILYARAN RUPIAH! Ini sama saja dengan merampok hak seluruh rakyat Indonesia!" jelasnya.
BAHAYA MENGANCAM KESEHATAN MASYARAKAT
Tidak hanya merugikan keuangan negara, yang jauh lebih berbahaya adalah dampaknya bagi kesehatan.
"Rokok yang resmi saja sudah diperingatkan berbahaya bagi kesehatan, apalagi yang diproduksi secara sembarangan seperti ini!
Rokok ini TIDAK PERNAH MELALUI PROSES PENGUJIAN KEAMANAN DAN KESEHATAN dari instansi yang berwenang.
Kita tidak tahu kadar zat berbahayanya, kita tidak tahu bahan bakunya, semuanya rahasia pembuatnya saja.
Kenapa bisa dijual semurah ini? Jawabannya sederhana: Mereka memotong biaya kualitas, memotong kewajiban membayar pajak dan cukai, sehingga yang didapat hanyalah keuntungan pribadi mereka saja, sedangkan risiko sakit, penyakit paru-paru, hingga kematian ditanggung oleh kita semua sebagai pembeli dan pemakainya. Ini benar-benar kejahatan yang terselubung!" tegasnya.
SERUAN TEGAS KEPADA PIHAK BERWENANG
Melihat kondisi yang sudah memprihatinkan ini, Sachruddin tidak tinggal diam. Ia secara resmi meminta kepada pihak berwenang untuk tidak lagi bersikap diam atau menganggap ini masalah sepele.
"SAYA DENGAN TEGAS MEMINTA KEPADA:
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk segera turun tangan, melakukan penyisiran menyeluruh di seluruh wilayah Batam, mulai dari tempat produksi, tempat penyimpanan, hingga warung-warung yang menjualnya. Barang bukti harus disita, dan pelakunya harus diproses hukum seberat-beratnya!
Bapak Menteri Keuangan Purbaya selaku pemegang kebijakan, tolong berikan perhatian khusus dan instruksi tegas agar penindakan ini dilakukan secara menyeluruh, tidak ada yang ditutup-tutupi karena alasan apapun. Jangan sampai karena Batam adalah daerah perbatasan, maka menjadi tempat aman bagi barang-barang haram seperti ini!
Jangan anggap ini masalah kecil! Kalau dibiarkan, nanti akan bermunculan merek-merek ilegal lainnya yang semakin banyak dan semakin sulit ditertibkan. Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang tertib dan aman, bukan sebagai sarang peredaran barang ilegal!"
SERUAN KEPADA SELURUH WARGA
Selain meminta tindakan dari pemerintah, Sachruddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban ini.
"Kepada seluruh warga Batam, marilah kita sama-sama waspada dan peduli. Mulailah memeriksa barang yang kita beli. Kalau harganya terlalu murah dibandingkan harga pasaran umum, curigalah! Kalau tidak ada tanda resmi dan cap cukainya, tolong jangan dibeli. Ingat: Membeli barang ilegal sama saja dengan mendukung kejahatan dan merugikan diri sendiri serta negara kita.
Kita percaya, dengan kesadaran masyarakat dan ketegasan aparat, peredaran rokok ilegal ini pasti bisa diberantas sampai ke akar-akarnya. Mari kita jaga bersama masa depan kesehatan dan keuangan negara kita," pungkas Sachruddin menutup pernyataannya.
ardi
