BATAM, 18 JULI 2026 –prismatimes.com- Dunia publik Batam dan Kepri diguncang pengakuan mengejutkan yang disampaikan hari ini, dari salah satu terduga pelaku yang dilaporkan ke pihak berwajib terkait video TikTok viral yang memuat konten dan caption menyakitkan bertuliskan "for Yusril Koto botak ngolah".
Pengungkapan ini disampaikan langsung oleh Yusuf Koto, Gubernur LSM LIRA Kepri, yang sebelumnya telah melaporkan kasus ini ke Unit 5 Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri pada 26 Mei 2026 lalu. Hari ini, Ardi – salah satu terduga pelaku yang namanya tercantum dalam laporan Yusril Koto – hadir dan mengungkap fakta yang selama ini tersembunyi.
🗣️
Dalam pernyataannya, Ardi mengaku dirinya dan pihak lain yang terlibat dalam pembuatan video tersebut hanyalah alat yang dimainkan oleh orang di belakang layar:
"Sebenarnya bukan kami yang berinisiatif. Kami ini dimanfaatkan, Pak. Ada orang dengan inisial AH yang jadi sutradaranya."
Ardi melanjutkan, AH memerintahkan seorang bernama Rodin untuk menyusun narasi yang sengaja dibuat memancing emosi Yusril Koto.
Rencananya sangat terencana: membuat YusrilKoto marah besar lalu melapor, agar nanti giliran mereka yang melaporkan balik dengan tuduhan lain.
"Tujuannya supaya Bapak emosi, lalu Bapak melapor. Setelah itu kami yang akan menyerang balik dan melaporkan Bapak dengan kasus lain. Itu rencana yang disusun mereka."
Lebih mengerikan lagi, Ardi menyatakan bahwa di balik sosok AH masih ada pihak yang lebih kuat, yang sayangnya belum bisa ia sebutkan namanya secara gamblang:
"Saya sulit menyebut nama, Pak. Karena ini menyangkut ELIT POLITIK."
Menurut Ardi, seluruh skenario ini disusun untuk mengkriminalisasi Yusril Koto, agar aktivitasnya sebagai penggiat anti-korupsi terhenti:
"Mereka ingin Bapak masuk penjara, supaya Bapak diam dan tidak lagi membongkar proyek-proyek yang bermasalah. Mereka ingin menutupi kesalahan dan kejahatan yang sudah Bapak ungkapkan selama ini."
Yusril Koto yang mendengar pengakuan ini pun menyimpulkan bahwa video TikTok yang sempat viral itu hanyalah alat perang dingin:
"Ternyata Sachroddin dan Ardi juga dimanfaatkan. Ada udang di balik batu. Ini jelas upaya pembungkaman, supaya kasus-kasus yang saya angkat tenggelam begitu saja."
📝 AWAL MULA KASUS
Sebelumnya, Yusril Koto melaporkan total 17 bukti video TikTok beserta 3 orang terduga pelaku ke Unit 5 Cyber Polda Kepri, yaitu Ardi, Sachrodin, dan satu oknum lain berinisial AH. Kini terbukti bahwa mereka hanyalah aktor yang disuruh, sementara dalang utamanya masih bersembunyi di balik kekuasaan.
Masyarakat Batam pun mengecam keras adanya persekongkolan jahat yang menggunakan media sosial untuk tujuan kejahatan politik dan menutupi penyimpangan.
Yusril Koto menegaskan tidak akan mundur dan terus berjuang menegakkan kebenaran meski terancam dikriminalisasi.
"Mereka ingin saya diam. Tapi saya tidak akan kendor demi kebenaran dan kepentingan masyarakat."
Bagaimana kelanjutan kasus ini? Siapa sebenarnya sosok AH dan elit politik yang dimaksud? Kami akan terus memantau perkembangan penyelidikan pihak kepolisian.
tim
