BATAM –prismatimes.com- Suara protes pemerhati publik Buang semakin menggelegar dan tak bisa lagi dibungkam! Setelah pertama kali melontarkan tuduhan ketidakadilan, kini ia kembali menegaskan dengan lebih lengkap dan berbekal pengalaman bertahun-tahun: praktik standar ganda di Pelabuhan Penyeberangan Internasional Batam itu NYATA!
TUDUHAN TEGAS: Oknum Imigrasi, BP2MI, PPA & Satgas PMI Pilih Kasih!
Buang menegaskan:
"Apa lagi oknum Imigrasi di pelabuhan itu tidak jelas! Menolak rakyat sendiri—baik paspor Batam maupun luar Batam. Wanita-wanita cantik yang tidak jelas pekerjaannya menyeberang ke Malaysia dan Singapura dibiarkan begitu saja! Tidak pernah diperiksa, tidak pernah dipersulit, bebas saja lewat!"
Sementara itu, nasib para pria justru sebaliknya:
"Pria dari Lombok, Madura, Bawean, Jawa Timur, Medan, Padang dan daerah lain—selalu dipermasalahkan, dicegat, ditahan! Padahal banyak dari mereka punya sanak saudara, tujuan jelas di Malaysia. Malaysia itu satu rumpun! Bugis, Bawean, Jawa, Minang, Melayu Riau, Lombok, Madura—semua punya keluarga di sana!"
Buang tidak berbicara tanpa dasar. Ia mengaku sudah bertahun-tahun melintas ke Malaysia dan Singapura, serta rutin berkomunikasi dengan Atase Polri–Interpol dari Mabes Polri:
"Saya sudah bertahun-tahun berhubungan dengan Atase Polri Interpol Mabes Polri. Tidak pernah saya kacau di pelabuhan. Saya lebih tahu dan mengerti keadaan masyarakat. Yang benar harus ditindak itu PMI ke Kamboja dan perdagangan manusia—itu namanya TPPO! Itu yang harus disasar!"
😡 YANG DISELAMATKAN, YANG DITINDAS
Yang membuat Buang dan masyarakat gemas:
"Maaf sebelumnya—wanita-wanita cantik, paspor Batam maupun luar Batam, banyak yang bekerja di hiburan malam dan menjual harga diri di Malaysia dan Singapura! Kenapa tidak pernah disentuh? Kenapa justru PMI laki-laki yang terus-menerus dipermasalahkan?"
"Dari Imigrasi, BP2MI, PPA, Satgas PMI—semua seakan menutup mata melihat wanita cantik, tapi langsung menegur dan menahan pria-pria yang tujuannya jelas! Selama saya lihat dan alami, wanita-wanita cantik yang 'pasing-pasing' tidak pernah dipersulit sama sekali oleh oknum petugas di Batam!"
❓ PERTANYAAN YANG TAK KUNJUNG TERJAWAB
- Apakah kecantikan dan jenis kelamin menjadi tiket bebas lewat di pelabuhan Batam?
- Apakah asal daerah dan ketidakmampuan bernegosiasi menjadi alasan pria-pria dari Lombok, Madura, Bawean dan Jawa Timur menjadi sasaran empuk?
- Di mana penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu yang dijanjikan?
- Apakah ada koneksi atau imbalan di balik kebebasan yang dinikmati sekelompok orang tertentu?
Hingga saat ini, Imigrasi Batam, BP2MI, PPA Polda Kepri, maupun Polresta Barelang masih serba diam. Tidak ada tanggapan, tidak ada klarifikasi, tidak ada penjelasan.
Masyarakat semakin bertanya-tanya: Sampai kapan ketidakadilan ini dibiarkan berlangsung di pelabuhan gerbang negara kita?
ardie

