JAKARTA prisma times.com- Berikut pernyataan lengkap yang disampaikan Pak Buang kepada pihak yang mengaku sebagai pengacara Rosi:
"Maaf Bu, saya sudah muak dengan klien Ibu yang bernama Rosi. Saya tidak mau tahu siapa yang membeking dia.
Selama ini saya selalu berusaha melakukan mediasi dengan baik. Namun Jafar alias Fazar — mantan anak buah Rosi — selalu beralasan Rosi berada di luar negeri. Padahal kenyataannya, mereka sedang mencari mangsa baru untuk menjalankan bisnis investasi bodong dan cucian uang ilegal!
Modus ini persis seperti sindikat jaringan narkoba lintas negara — tidak punya kantor jelas di kedua negara. Mereka mengatasnamakan Deputi Perbankan dan Staf Presiden RI atas nama Setiawan Ihsan. Itu sudah kesalahan fatal!
Data pribadi atas nama Rosi digunakan untuk menipu warga Negara RRC dan tim dari Malaysia. Saya diminta tolong dan dibantu,
Saya juga mendapat ancaman dari Rosi atau pihak lainnya. Padahal saya hanya ingin berbuat baik dan bermediasi dengan baik. Jafar alias Fazar hanya bercerita terus — sampai saya kaget saat mengeksekusi ke rumah Rosi sesuai alamat yang diberikan. Saya tidak pernah menyuruh atau menggunakan ormas Hercules maupun Ormas PP di Jakarta."
⚠️ FAKTA KUNCI KASUS
Poin Keterangan
🕵️ Tokoh Utama Rosi (pemilik identitas yang disalahgunakan)
👤 Pelaku Operasi Jafar alias Fazar (mantan anak buah Rosi)
🏛️ Dugaan Penyalahgunaan Nama Jabatan Deputi Perbankan & Staf Presiden RI atas nama Setiawan Ihsan
🌏 Korban Warga Negara RRC & warga/tim Malaysia
💼 Modus Operandi Investasi bodong & cucian uang ilegal, tanpa kantor operasional yang jelas
Ketidaksesuaian Data Alamat rumah Rosi ternyata tidak sesuai saat dikunjungi
Penyangkalan Pak Buang menegaskan TIDAK PERNAH menggunakan jasa Ormas Hercules maupun Ormas PP di Jakarta
🔴 ANALISIS & KESIMPULAN
Pernyataan ini semakin menguatkan dugaan adanya sindikat terorganisir penipuan investasi bodong dan pencucian uang lintas negara yang beroperasi melintasi setidaknya tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok (RRC).
Beberapa hal yang sangat mencurigakan:
Tidak ada kantor operasional yang jelas — ciri khas sindikat ilegal
- 🎭 Mengatasnamakan pejabat negara untuk membangun kepercayaan korban
- 🌍 Target korban lintas negara — menyulitkan pelaporan dan penindakan
- Ada ancaman dan tekanan terhadap pihak yang berusaha menengahi atau mengungkap kasus
- Tidak memiliki alamat kantor dan izin operasional yang sah
- Mengatasnamakan pejabat negara atau tokoh publik
- Beroperasi lintas negara tanpa bukti hukum yang jelas
- Menghindari pertemuan tatap muka di kantor resmi
Kasus ini sangat penting untuk diungkap seluruhnya. Kami mendesak pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti. Informasi akan terus diperbarui apabila ada keterangan resmi dari kepolisian.
ard



