BATAM –prismatimes.com- Berita yang dimuat situs analoginews.com yang menyebutkan adanya praktik penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural, percaloan, hingga keterlibatan oknum di Pelabuhan Internasional Batam Center, ternyata dibantah habis-habisan. Berita itu dinilai menyesatkan, berisi fitnah, dan sangat merugikan nama baik petugas penegak hukum yang bekerja di sana.
Pihak yang secara tegas membantah laporan tersebut adalah Ardie, seorang pemerhati publik yang setiap hari berada dan memantau langsung segala aktivitas di kawasan pelabuhan. Menurutnya, isi berita yang beredar itu sama sekali tidak benar dan tidak berdasar fakta lapangan.
Dalam berita itu disebutkan, ada dua pria asal Jawa yang diduga PMI ilegal berhasil lolos keberangkatan ke Malaysia dengan bantuan calo berinisial H. Disebutkan pula, biaya yang dipungut mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta per orang, yang katanya mencakup biaya koordinasi, pengurusan dokumen, cap imigrasi, hingga tiket kapal.
Ardie yang memantau langsung dari dekat, menegaskan hal itu tidak pernah terjadi.
"Apa lagi ada bayaran Rp10 sampai Rp15 juta. Katanya untuk koordinasi dan urus cap imigrasi, termasuk tiket? Itu sama sekali tidak benar. Tidak ada kejadian seperti itu. Semua yang ditulis di berita itu hanya rekayasa semata," tegas Ardie, Selasa (25/5/2026).
Ia sangat prihatin dan kecewa berat dengan pemberitaan yang dianggap keliru ini. Menurutnya, berita semacam itu sangat berbahaya karena langsung menuduh keterlibatan aparat, padahal kenyataannya petugas justru sangat ketat dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan demi mencegah keberangkatan ilegal.
"Berita ini sangat menyesatkan dan berisi fitnah. Ini sangat merusak citra aparatur penegak hukum kita yang bekerja jujur dan keras menjaga keamanan pelabuhan. Bagaimana masyarakat bisa percaya kalau berita seperti ini disebar tanpa cek dan ricek dulu ke lapangan?" sesalnya.
Ardie menegaskan, sebagai warga yang selalu ada di sana, ia menjamin bahwa alur keberangkatan penumpang berjalan sesuai prosedur yang ketat. Tidak ada celah bagi calo maupun pihak lain untuk meloloskan orang dengan cara-cara ilegal apalagi memungut biaya selangit seperti yang dituduhkan.
Ia pun meminta pihak berwenang dan organisasi wartawan untuk segera menindak tegas jurnalis atau media yang membuat berita ini. Tujuannya agar kejadian serupa yang bisa merusak nama baik instansi dan petugas tidak terulang lagi di masa mendatang.
"Saya berharap ada tindakan nyata untuk menegur dan memproses wartawan yang menulis berita menyesatkan ini. Jangan sampai kebebasan pers disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong yang merugikan orang lain. Fakta di lapangan sangat berbeda dengan apa yang ditulis," pungkas Ardie.
Hingga saat ini, berita dari analoginews.com tersebut menuai reaksi keras dari berbagai pihak karena dianggap meresahkan dan menodai kinerja pelayanan publik di Pelabuhan Batam Center yang selama ini berjalan tertib dan terawasi ketat.
tim

