BATAM –prismatimes.com- Api kemarahan Aksa Hallatu makin membara! Tidak hanya menyoroti fasilitas yang rusak parah, tokoh masyarakat ini kini melayangkan ancaman serius. Ia mengaku akan segera melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan perizinan yang tidak jelas atau bodong di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center.
Kontroversi bermula saat Juru Bicara pengelola, Gatot Maulana Saputra, mengaku rutin menggelar acara "joget-joget" setiap Sabtu pukul 11.00 WIB. Menurut Gatot, tujuannya hanya untuk menghibur penumpang dan mempersatukan agen travel serta media.
"Kami lakukan setiap hari Sabtu jam 11 siang, cuma untuk menghibur dan mempersatukan semua channel dan operator yang ada di pelabuhan," ujar Gatot.
Ia juga menyebut arus penumpang hari ini normal, namun puncak arus balik diprediksi terjadi besok, Minggu.
Mendengar hal itu, Aksa langsung menepis alasan tersebut. Baginya, hiburan adalah hal paling tidak penting saat kondisi pelabuhan berantakan dan membahayakan nyawa penumpang.
"Tidak ada gunanya kalian joget-joget di pelabuhan! Seharusnya sebagai pengelola, kalian lebih memperhatikan pelayanan kepada penumpang, bukan main-main," tegas Aksa dengan nada tinggi.
Ia menurunkan daftar masalah krusial yang justru diabaikan:
1. Fasilitas Memprihatinkan & Membahayakan:
"Lihat itu! WC mampet, plafon bocor di mana-mana, lantai tidak rata dan licin! Belum lagi eskalator yang sering rusak! Itu sangat membahayakan penumpang, apalagi yang tua-tua dan bawa barang banyak," serunya.
2. Legalitas Menggantung:
"Belum lagi soal perizinan kalian sebagai pengelola yang masih bermasalah! Seperti AMDAL dan dokumen penting lainnya yang belum clear dan lengkap," tambahnya.
"Itu dulu yang kalian perhatikan dan selesaikan! Bukan ber-joget-joget yang tidak ada gunanya sama sekali!" tegas Aksa.
TERBARU: Aksa Siap Lapor ke KPK! "Saya Duga Izin Itu Bodong!"
Dalam perkembangan terbaru, Aksa Hallatu tidak main-main. Ia mengancam akan membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi.
"Dalam waktu dekat, saya akan demonstrasi tunggal di kantor KPK! Saya akan melaporkan tentang perizinan kalian pengelola pelabuhan yang kami duga itu bodong!" ungkap Aksa dengan penuh penekanan.
Pernyataan ini tentu mengguncang publik, mengingat dugaan perizinan palsu atau tidak lengkap adalah masalah hukum dan etika yang sangat serius.
Warganet Heboh: Malu Sama Turis! Mending Urus Izin Daripada Nari!
Kritikan pedas dan langkah berani Aksa ini langsung viral dan mendapat dukungan luas. Warganet menilai pengelola salah fokus.
"Betul kata Aksa Hallatu. Fasilitas aja becek, bau, eskalator sering mogok, masa sibuk mau senam-senam? Malu sama turis asing yang datang ke Batam," tulis salah satu warga.
"Kalau izin aja belum jelas atau bodong, bahaya dong operasionalnya? Semoga segera diperiksa pihak berwenang," komentar netizen lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola pelabuhan belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan tajam mengenai kerusakan fasilitas dan ancaman laporan ke KPK tersebut.
ardie


