BATAM –prismatimes.com- Isu panas yang sempat menggemparkan media sosial soal dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Imigrasi di Pelabuhan Internasional Sekupang ternyata berbalik fakta!
Jeffry de Jong, Direktur Masyarakat Peduli Keselamatan Transportasi (MPKT) sekaligus tokoh masyarakat Kepulauan Riau, angkat bicara dengan nada sangat kecewa dan geram.
Ia tegaskan, berita itu adalah hasil pemelintiran fakta yang sangat merugikan nama baik daerah dan negara.
Kabar yang sempat menyebar luas dan bikin heboh itu menyebutkan ada oknum Imigrasi yang memeras warga negara asing.
Namun, menurut Jeffry, kenyataannya jauh berbeda. Masalah aslinya hanya soal aturan pembayaran visa yang sah, tapi sengaja diubah maknanya oleh pihak tertentu—bahkan banyak yang berasal dari lingkungan kita sendiri—menjadi narasi kejahatan pemerasan.
"Saya sangat kecewa dan malu! Padahal cuma urusan aturan pembayaran visa, eh dipelintir jadi berita pengurasan dan pemerasan.
Ini ibarat kita sendiri yang bunuh nama baik negara, seolah Indonesia ini penuh noda dan borok besar.
Malu rasanya, yang menyebar pun orang kita sendiri, ada media lokal, ada juga warganet di media sosial," tegas Jeffry, Sabtu (9/5/2026) dengan nada tinggi.
Sebagai pelaku usaha, Jeffry sangat khawatir dampak buruk berita hoaks ini.
Ia mengingatkan, berita negatif yang belum tentu benar itu bisa membuat investor asing ketakutan dan batal berinvestasi ke Batam maupun Indonesia. Iklim usaha bisa kacau, perekonomian terganggu, hanya gara-gara informasi yang salah dan tidak diverifikasi.
Untungnya, kata Jeffry, pihak Imigrasi sudah segera turun tangan dan meluruskan semua fakta yang keliru itu. Semua kekeliruan di media sosial maupun pemberitaan sudah diklarifikasi sepenuhnya.
Ia pun berteriak mengimbau seluruh masyarakat, pengguna media sosial, hingga awak media: BERHENTI MEMELINTIR KEBENARAN!
"Semua sudah diluruskan Imigrasi. Jangan lagi diteruskan narasi yang salah itu. Apa untungnya buat kita kalau negara sendiri kita jelek-jelekkan? Mari kita jaga nama baik daerah dan negara kita. Jangan sampai kehebohan sia-sia ini merusak segalanya," pungkas Jeffry dengan tegas.
Kini publik diminta berhenti menyebar berita lama yang salah, dan percaya pada klarifikasi resmi agar tidak terjebak informasi yang menyesatkan.
ardie
