BATAM –prismatimes.com- Isu dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Imigrasi di Pelabuhan Sekupang kembali mendapat bantahan tegas. Ketua Kamtibmas, Sachroddin, menegaskan berita tersebut tidak benar. Menurutnya, kejadian itu kemungkinan besar hanya kesalahpahaman pemahaman mengenai prosedur pembayaran layanan, bukan tindakan pungutan liar atau pemerasan.
Sachroddin mengaku sudah mengikuti pemberitaan yang beredar. Secara pribadi dan berdasarkan keyakinannya, ia menolak keras narasi yang menyudutkan kinerja petugas Imigrasi.
Dugaan muncul karena warga negara asing, dalam hal ini warga Singapura, mungkin kurang memahami aturan dan alur pembayaran resmi yang berlaku, sehingga salah mengartikannya sebagai pemerasan.
"Saya tegaskan, berita itu tidak benar. Kemungkinan besar hanya salah paham dalam pemahaman. Apa yang dibayarkan itu adalah pembayaran resmi visa sesuai aturan, bukan pemerasan. Warga negara asing tersebut mungkin tidak paham prosedur yang ada, sehingga menafsirkannya keliru," ujar Sachroddin, Kamis (7/5/2026).
Ia sangat menyayangkan adanya pemberitaan atau narasi yang terkesan sengaja menyudutkan institusi Imigrasi. Pasalnya, hal ini sangat berisiko merusak citra pariwisata Batam dan Kepri di mata dunia internasional. Padahal, perekonomian daerah ini sangat bergantung pada kunjungan wisatawan dari luar negeri, khususnya negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
"Kita semua tahu, Batam sangat membutuhkan kedatangan turis asing. Kalau narasi buruk seperti ini dibiarkan berkembang, yang rugi tentunya kita sendiri, masyarakat dan bangsa Indonesia sendiri. Kita seharusnya membela dan meluruskan hal yang keliru, bukan malah memperkeruh suasana," tegasnya.
Lebih jauh, Sachroddin menilai kinerja dan pelayanan Imigrasi Batam selama ini sudah berjalan cukup baik dan sesuai dengan tugas pokok serta fungsinya sebagai pelayan publik. Ia mengapresiasi kinerja petugas yang sudah bekerja profesional di lapangan.
Menurutnya, peran media, LSM, dan pemerhati sangat penting untuk ikut membangun Batam, bukan sebaliknya merusak dengan penilaian yang belum tentu benar atau terburu-buru. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dan rekan media lebih bijak, teliti, dan saling bersinergi demi menjaga kondusivitas serta nama baik Kota Batam di kancah internasional.
"Marilah kita sama-sama membangun daerah ini. Jangan cepat mengambil kesimpulan atau penilaian yang keliru. Pesan saya, demi kondisi dan kemajuan Batam, mari kita luruskan informasi ini agar tidak menimbulkan persepsi buruk yang merugikan kita semua," pungkas Sachroddin.
ardie
