MENCENGANGKAN: JOROK & MEMALUKAN! Air Kotor WC Bocor Remes ke Baju Penumpang Singapura di Pelabuhan Internasional Batam Center












Batam –prismatimes.com Kejadian bikin malu seluruh warga Batam dan Indonesia terungkap! Sebuah pelabuhan yang jadi gerbang utama bertaraf internasional justru mempermalukan daerahnya sendiri. Seorang penumpang asal Singapura yang hendak pulang ke negaranya harus merasakan kejadian menjijikkan: bajunya basah kuyup terkena rembesan air yang ternyata air limbah kotor dari kamar mandi yang bocor di langit-langit bangunan!

 

Peristiwa mengerikan ini terjadi tepat pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 23.42 WIB di ruang tunggu keberangkatan Pelabuhan Internasional Batam Center. Saat sedang menunggu jadwal kapal, penumpang warga negara Singapura itu tiba-tiba kaget dan merasa sangat jijik. Air yang menetes dan membasahi seluruh bajunya itu berbau sangat busuk dan menyengat, bukan air biasa sama sekali.

 

Setelah bertanya kepada petugas yang ada di lokasi, jawaban yang diterima justru bikin darah mendidih. Petugas mengaku jujur: air yang merembes itu murni air kotor dari saluran WC di lantai dua. Parahnya lagi, ruangan WC itu sebenarnya sudah lama ditutup, namun karena kondisi bangunan yang sudah sangat tua dan rusak parah, salurannya pecah dan air kotor itu bebas mengalir turun ke ruang tunggu penumpang — jalur utama orang asing dan wisatawan lewat!

 

Mendengar kabar memalukan ini, Pengamat Publik Aksa Hallatu langsung meledak dengan kemarahan besar. Ia menilai kejadian ini bukan sekadar kerusakan fasilitas biasa, tapi bukti nyata ketidakmampuan total pengelola dalam menjaga nama baik Batam di mata dunia internasional.

 

"SANGAT MEMALUKAN DAN JOROK! Kalau memang belum sanggup dan belum paham cara mengelola pelabuhan bertaraf internasional, lebih baik mimpi jadi kota maju itu dievaluasi ulang saja! Kami para pemerhati sudah berkali-kali bersuara, tapi seolah telinga mereka tertutup. Sikap mereka seolah berkata: 'Biarkan saja orang-orang ini berisik dan bersuara, biarin saja'. Padahal ini urusan harga diri kita di mata orang asing!" tegas Aksa dengan nada tinggi dan kecewa berat.

 

Aksa menyoroti betapa fatalnya kelalaian ini. Pengguna pelabuhan ini bukan cuma warga lokal, tapi tamu-tamu dari mancanegara — warga Singapura, Malaysia, dan negara lain yang datang berkunjung. Mereka datang dengan harapan melihat fasilitas kelas dunia, tapi yang didapat justru pemandangan dan perlakuan seperti di terminal bus desa yang kumuh dan tidak terawat.

 

"Bayangkan, itu kan air WC! Air kotor! Air sisa buangan! Bagaimana perasaan warga negara asing yang datang berlibur, yang ingin menikmati pelayanan negara kita, malah harus kena air kotor begini? Ini bukan cuma rusak baju mereka, tapi rusak nama baik Batam, rusak nama baik Indonesia! Kondisinya persis terminal bus yang kotor, bau, dan tidak terurus. Ini SALAH KAPRAH BESAR!," seru Aksa dengan gemas.

 

Lebih parah lagi, Aksa menilai pengelola pelabuhan ini sama sekali tidak punya rasa tanggung jawab. Jalur tempat air kotor itu merembes dan menetes itu adalah jalur utama penumpang berjalan menuju pintu keberangkatan, tempat paling strategis dan paling banyak dilalui orang. Sudah tahu bangunan tua, sudah tahu saluran WC bocor, sudah tahu airnya merembes ke bawah — tapi dibiarkan saja berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa diperbaiki.

 

"Mereka itu apa cuma punya otak buat cari untung saja? Untung, untung, dan untung terus! Masalah fasilitas, masalah kenyamanan, masalah harga diri negara — enggak dipikirkan sama sekali! Kalau kami protes dan kasih saran, malah dibilang mengganggu kenyamanan kerja mereka. Apa ini namanya kerja? Membiarkan air kotor menetes ke badan tamu negara namanya kerja? Ini sangat memalukan! Sudah tahu itu kotor, kenapa tidak ditambal, disegel, atau diperbaiki salurannya? Apa akal sehat mereka mati semua?," serbu Aksa tak habis pikir.

 

Pengamat publik ini pun memberikan saran keras kepada pemerintah daerah. Menurutnya, kesalahan besar ada pada penunjukan pihak pengelola. Pengelola saat ini dinilai tidak mengerti sama sekali bagaimana cara merawat fasilitas strategis dan tidak paham pentingnya citra di mata dunia.

 

"Saran saya tegas: Evaluasi total, dan TARIK KEMBALI hak pengelolaan pelabuhan ini! Jangan berikan lagi kepada pihak-pihak yang cuma mau cari untung tapi abai terhadap kualitas. Cari dan serahkan kepada pihak yang benar-benar paham, punya rasa tanggung jawab, dan mau merawat. Pelabuhan ini harusnya jadi kebanggaan dunia, bukan jadi bahan tertawaan dan rasa jijik tamu asing seperti sekarang ini," pungkas Aksa Hallatu dengan nada menuntut tanggung jawab.

 


Hingga berita heboh ini diturunkan, belum ada satu kata pun penjelasan atau permintaan maaf dari pihak pengelola Pelabuhan Internasional Batam Center. Publik pun menunggu: sampai kapan kelalaian memalukan ini dibiarkan terus berlanjut?


ardie

Lebih baru Lebih lama