BATAM –prismatimes.com- Perselisihan panas antara dua tokoh publik di Batam memuncak ke ranah hukum. Shacrodin, Ketua Kamtibmas Kota Batam, menyatakan dirinya siap maju ke meja hijau dan melaporkan balik sosok bernama Yusril. Langkah tegas ini diambil setelah ia mendapat kabar bahwa Yusril berniat melaporkannya lebih dulu ke Kapolda dengan tuduhan telah melanggar hukum dan menjatuhkan nama baiknya.
Shacrodin angkat bicara dengan nada tinggi dan kesal. Menurutnya, tuduhan bahwa ia telah melanggar hukum sama sekali tidak berdasar. Ia hanya menyampaikan pendapat pribadi dan sebutan yang menurutnya wajar, namun dianggap menyakitkan hati oleh Yusril.
"Saya mendapat kabar Saudara Yusril akan melaporkan saya? Baik, kalau begitu saya juga akan melaporkan balik Saudara Yusril. Kenapa? Karena dia melebarkan isu dan memberi sinyal seolah-olah saya ini penjahat atau melanggar hukum. Apa hukum yang saya langgar? Coba sebutkan!" tantang Shacrodin dengan tegas, Senin (25/5/2026).
Ia kemudian menjelaskan maksud ucapannya yang sempat menjadi perbincangan, di mana ia menyebut Yusril sebagai orang "botak" dan "tukang olah". Menurut Shacrodin, kata-kata itu tidak mengandung unsur pidana sama sekali.
"Saya cuma bilang beliau botak dan tukang olah. Apa arti tukang olah? Tukang itu orang yang mengerjakan sesuatu, olah itu mengurus atau mengolah. Kalau ditanya, ya memang dia tukang olah cakap! Semua orang kan mengolah kata dan bicara. Itu bukan penghinaan, itu fakta," jelasnya membela diri.
Shacrodin menambahkan, ketidaksukaannya kepada Yusril sebenarnya sangat sederhana dan bukan karena masalah besar atau pelanggaran hukum. Alasan utamanya hanya fisik dan sikap Yusril yang dianggapnya sombong.
"Saya katakan jujur saja: saya tidak suka sama Saudara Yusril cuma karena dia botak. Udah botak, sombong pula! Itu saja alasannya, bukan hal lain. Kenapa harus diperbesar-besar seolah-olah saya melakukan kejahatan?" ujarnya bernada sinis.
Tak hanya berhenti di situ, Shacrodin juga tak segan menyerang balik peran Yusril di mata publik. Ia menyindir Yusril yang mengaku diri sebagai "penggiat", namun menurutnya sosok tersebut hanya pandai mencari kesalahan orang lain saja.
"Saya akan melaporkan dia Karena dia mengaku sebagai penggiat, tapi kerjanya apa?
Tapi kalau ada orang lain yang menyinggung sedikit saja, dia tidak terima.
Ngaca dong kamu! Penggiat kok serius amat, udah botak jangan sombong dong!" sergahnya dengan nada marah.
Shacrodin berjanji, besok pagi ia akan langsung melapor ke Polda atas perbuatan Yusril yang dinilainya telah menebarkan fitnah dan berusaha menjatuhkan harga dirinya secara berlebihan.
"Harapan saya besok pagi saya sudah melaporkan Saudara Yusril ke Kapolda. Pasalnya jelas: menebarkan fitnah. Dia menganggap saya menjatuhkan harga dirinya, padahal saya cuma berpendapat dia botak dan sombong.
Dia yang membesar-besarkan masalah ini, dia yang menebar fitnah bahwa saya melanggar hukum. Nah, itu yang akan saya tuntut," tegas Shacrodin mengakhiri pernyataannya.
Kasus saling lapor ini pun kini menjadi sorotan warga Batam. Banyak yang menunggu langkah hukum selanjutnya dari kedua belah pihak, apakah benar-benar akan berlanjut ke meja hijau atau sekadar adu mulut di media semata.
red
